Desa Mojoagung Kecamatan Karangrayung

Pada malam 1 Asyuro merupakan tradisi jawa yang diartikan pergantian tahun, banyak warga masyarakat menyambut dengan cara berkumpul membawa sedekahan dan berdo’a bersama. Mereka bersyukur bahwa dalam 1 tahun telah merasakan apa yang diinginkan baik kesehatan, keselamatan dan rejeki begitu juga ditahun yang baru, mereka berdo,a meminta kesehatan, keselamatan dan rejeki yang berkah kepada Allah SWT.

Pergantian tahun baru tradisi jawa (malam 1 Asyuro) dalam agama adalah merupakan pergantian tahun baru Hijriyah, bagi warga masyarakat yang sudah mengetahui cara menyambutnya cukup melakukan berdo’a kepada Allah SWT dengan membaca do’a akhir tahun dan do’a awal tahun pada waktu yang telah ditentukan.

Pada umumnya warga masyarakat menyambut dan memperingati malam 1 Asyuro/tahun baru Hijriyah saat ini sudah banyak yang melaksanakan dimasjid dan atau mushola dengan sederhana tidak seperti pergantian tahun baru nasional yang dilaksanakan dengan meriah. Dengan kesederhanaan dan memperbanyak do’a kepada Allah SWT, dengan harapan Allah SWT menerima dan memberikan apa yang diminta.

Kepala Desa

Apa yang telah dilaksanakan warga masyarakat dalam menyambut malam 1 Asyuro/tahun baru Hijriyah mari kita ambil hikmahnya, Hijriyah adalah sebuah kata yang senantiasa mengingatkan kita untuk mengawali dalam hal kehidupan yang baru dan lebih bermakna, kerukunan dan kebersamaan di dalam mengucapkan syukur dan berdo’a kepada sang pencipta mudah - mudahan do’anya diterima dan dikabulkan. Lebih – lebih sebagai abdi rakyat untuk bisa belajar mendalami arti yang sesungguhnya dari sebuah amanah.