Desa Mojoagung Kecamatan Karangrayung

Sebelum Indonesia Merdeka, kehidupan warga masyarakat betul betul menderita,pada masa penjajahan Belanda banyak rakyat Desa Mojoagung yang dipaksa untuk bekerja membangun sarana dan prasarana yang digunakan untuk kepentingan Belanja,salah satunya adalah pembuatan rel kereta api pada tahun 1918 yang melintas di Dusun Karangjati Desa Mojoagung.
Lepas dari penjajahan Belanda kemudian dijajah oleh Jepang mulai tahun 1942,rakyat juga dipaksa kerja romusha dan tidak sedikit yang tidak pulang kembali karena meninggal dunia.
Kelaparan dan wabah penyakit banyak menimpa rakyat pada masa itu.
Baru setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945,keadaan berangsur angsur mulai membaik.
Desa Mojoagung awal mula adalah gabungan dari 2 ( dua ) Desa, yaitu desa Lejok dan Desa Krasak,kemudian setelah Indonesia Merdeka digabung menjadi satu dengan nama Desa Mojoagung yang dipimpin oleh seorang kepala Desa bernama Darmo Atmodjo yang menjabat Kepala Desa sampai dengan tahun 1962.
Kepemimpinan belia sangat baik dan bijaksana sehingga sangai dihormati oleh rakyatnya. Beliau meninggal tahun 1962.Setelah itu kemudian diadakan pemilihan kepala Desa untuk mengganti beliau yang meninggal dunia dan   yang terpilih saat itu adalah Abuyahmin. Beliau menjabat mulai tahun 1963 sampai dengan tahun 1965 atau selama  3 tahun.Pada tahun 1965 banyak aparat yang ditahan oleh pemerintah saat itu /diambil paksa dan tidak kembali lagi ke desa karena dianggap terlibat  dengan gerakan G 30 S / PKI,termasuk kepala desa Mojoagung pada saat itu.Untuk mengisi kekosongan Jabatan Kepala Desa kemudian pada tahun 1965 diangkatlah oleh pemerintah seorang Careteker/Pejabat Sementara Kepala Desa Mojoagung yaitu Tamdjis.Beliau menjabat Sebagai Pjs Kepala Desa sampai dengan tahun 1967.
Pada tahun 1967 diadakan pemilihan kepala Desa yang baru yang diikuti oleh 9 orang calon Kepala Desa,dan terpilih adalah Soekarno yang kemudian ditetapkan sebagai Kepala Desa yang baru.
Pada masa masa itulah rakyat mulai merasakan adanya perbaikan dalam kehidupannya,mulai dari pembangunan saluran irigasi yang menjadikan rakyat bisa menanam padi sebanyak 2 kali dalam setahun, kemudian dibangunnya sekolah sekolah,Pasar Desa,Puskesmas dan sebagainya oleh pemerintah sehingga berangsur angsur taraf hidup rakyat mulai meningkat.
Karena dipandang baik oleh rakyat dalam memimpin Desa Mojoagung maka pada pemilihan Kepala Desa tahun 1989 beliau terpilih kembali untuk memimpin Desa Mojoagung dan berakhir pada tahun 1992 karena meninggal dunia.
Tahun 1993 diadakan pemilihan kepala Desa yang baru yang diikuti oleh 5 orang calon dan terpilihlah Sukardi.Pada masa kepemimpinannya listrik mulai masuk ke Desa Mojoagung,kemudian pembangunan sarana dan prasarana mulai tampak diantaranya pembangunan Balai Desa,Pengaspalan jalan.Beliau menjabat selama 8 tahun dan berakhir pada tahun 2001.
Pada tahun 2002 diadakan pemilihan Kepala Desa yang baru yang di ikuti oleh 4 calon,dan terpilih Joko Ariyadi sebagai Kepala Desa Mojoagung dan menjabat sampai dengan tahun 2012. Semasa kepemimpinan beliau sarana dan prasarana berupa jalan rabat beton penghubung antar dusun yang ada di wilayah desa Mojoagung dapat terealisasi sehingga memperlancar jalur perekonomian masyarakat.Demikian juga pada bidang pertanian mengalami kemajuan dengan intensif memberikan penguatan kelembagaan kelompok kelompok tani,penyuluhan penyuluhan sehingga dapat peningkatan hasil hasil pertanian yang pada akhirnya kesejahteraan petani menjadi meningkat.
Pada tahun 2012 diadakan pemilihan Kepala Desa Mojoagung yang dikuti hanya oleh 2 ( dua ) orang calon yang keduanya adalah perempuan dan terpilih Susanawati yang merupakan istri dari mantan Kepala Desa Joko Ariyadi untuk periode 2012 – 2018